Mendarah Daging

Hey Ho!

2021 hampir dipenghujung tahun bro!! ga kerasa lah tau-tau makin tua

semakin tua maunya sih semakin wise ya, apa daya, wise nya hanya berkutat pada idea tidak pada tindakan 

tapi beruntungnya semakin bertambahnya umur, gue merasa mengenal diri gue lebih dalam dari sebelum-sebelumnya

contohnya, dulu gue ga paham seperti apa gue ingin diperlakukan, seperti apa gue mau memperlakukan orang lain, mau bagaimana hidup gue di tahun-tahun berikutnya

sekarang, gue paham bahwa gue adalah tipe orang yang sangat dominan, thinker dan suka membimbing orang lain. Pada akhirnya gue menunjukan kepada orang lain sifat-sifat yang seperti itu. Gue lah yang paling keras di lingkungan, si pemikir yang apa-apa itu harus dipikirin dulu dan sok tau gitu suka ngarahin orang

pekerjaan gue sekarang adalah pekerjaan yang sangat cocok dengan karakter gue saat ini, yaitu trainer. 

Menjadi trainer bukan hanya melatih orang yang tadinya ga bisa jadi bisa, memberi informasi kepada orang yang sebelumnya ga tau menjadi tau, melainkan juga membimbing mereka ke arah yang sesuai dengan nilai-nilai perusahaan.

Well, nampaknya membimbing orang telah mendarah daging buat gue, simply as gue bertindak seperti itu ke pacar gue saat ini

Gue kadang heran ya, dari 270,6 juta penduduk Indonesia, 51 juta penduduk Korsel dan 7,8 M penduduk dunia kenapa dia yang jadi pasangan gue

Mungkin gue sendiri yang pada akhirnya bisa menjabarkan. Alasan pertama adalah dia menerima gue dengan segala kelebihan dan kekurangan, dia menerima keras kepala nya gue, menanggapi semua pikiran-pikiran gue dan membalas sesuai dengan apa yang dia pikirkan meski kadang ga nyambung 😅 dan yang paling masuk akal buat gue adalah dia membiarkan gue membimbing dia menjadi lebih baik.

Emang seburuk itu pacar gue? well, everybody is a siner right? he is, and so do I. tapi ini soal gimana kita mau perbaikin diri untuk lebih baik lagi kan, dan gue rasa proses mempertahankan romansa hubungan tidak lain adalah proses memperbaiki diri yang ga akan ada habisnya. Penerimaan adalah mediator yang membuat tindakan-tindakan itu selalu bernilai untuk dilakukan.

Jadi ya balik lagi ke statement sebelumnya, membimbing seperti sudah mendarah daging menjadi tindakan yang bukan lagi idealisme gue semata melainkan gue terapin di kehidupan gue sepenuhnya. 

rasanya ga ada alasan buat gue ga bersyukur dengan apa yang gue punya. sejauh ini, gue mendapatkan apa yang gue inginkan dan butuhkan. 

I hope you all are healthy, happy and fine. see you!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keprihatinan atas apa yang banyak terjadi

Buta