Postingan

Mendarah Daging

Hey Ho! 2021 hampir dipenghujung tahun bro!! ga kerasa lah tau-tau makin tua semakin tua maunya sih semakin wise ya, apa daya, wise nya hanya berkutat pada idea tidak pada tindakan  tapi beruntungnya semakin bertambahnya umur, gue merasa mengenal diri gue lebih dalam dari sebelum-sebelumnya contohnya, dulu gue ga paham seperti apa gue ingin diperlakukan, seperti apa gue mau memperlakukan orang lain, mau bagaimana hidup gue di tahun-tahun berikutnya sekarang, gue paham bahwa gue adalah tipe orang yang sangat dominan, thinker dan suka membimbing orang lain. Pada akhirnya gue menunjukan kepada orang lain sifat-sifat yang seperti itu. Gue lah yang paling keras di lingkungan, si pemikir yang apa-apa itu harus dipikirin dulu dan sok tau gitu suka ngarahin orang pekerjaan gue sekarang adalah pekerjaan yang sangat cocok dengan karakter gue saat ini, yaitu trainer.  Menjadi trainer bukan hanya melatih orang yang tadinya ga bisa jadi bisa, memberi informasi kepada orang yang sebelumnya ...

Tentang Manusia dan Perubahan

Lo ngerasa ga si semakin umur lo bertambah, lo justru malah semakin resah menghadapi kehidupan? apa gue doang yang begitu ya Contohnya, ketika gue masih kecil gue ikut nyokap gue belanja ke minimarket. gue melihat banyak makanan di sana. gue bergumam dalam hati "nanti kalau aku sudah besar dan bisa cari uang sendiri, aku akan beli ciki-ciki ini sebanyak yang aku mau, es krim jg sama, dan makanan lainnya yg ku suka juga akan ku beli" ketika sudah bisa cari uang sendiri, ya keinginan sederhana itu bisa tercapai sih. justru yang berubah adalah gumaman dalam hatinya. udah beli makanan banyak kadang ga kemakan dengan dalil "ga sempet makan karna urus kerja ini itu" ditambah alasan lainnya kayak "ga usah makan dulu deh lagi ga mood" atau "ga napsu makan lagi ga kepingin" yang keseringan ya karna ada masalah. Masalahnya jadi kompleks yang menurut gue menuntut terpenuhinya hasrat yang bukan material aja dan hampir ga ada kaitannya sama uang untuk beli se...

Bayang

pikiran saya berpusat pada dunia yang dibangun oleh penulis. buku ini membawa pikiran saya jauh menusuri masa saya sebelum hari ini.... jauh bagi saya, namun tak seberapa bagi dunia. sekalipun dunia di bangun dengan dimensi waktu yang tak bisa saya capai, tatapi saya rasa waktu dengan pengalaman saya tidak dapat dibandingkan dengan berapa lama waktu telah berlalu di dunia. Ini tetap waktu yang lama, ketika lebih memilih untuk bertingkah bodoh dibandingkan diam, ketika memilih merasakan untuk menjadi "keren" dibandingkan berpikir biasa seperti sebelumnya. konsekuensi pemikiran sang penulis jauh lebih berarti di banding gagasan kekeliuran semacam ini, gagasannya jelas, yang tidak jelas hanya interpretasi yang membaca, selalu pergi dunia yang lain, yang tidak dibangun oleh penulis.

hidangan

ada masa dimana buku terakhir yang ditulis Tolstoy tidak nikmat dibaca, ada masa ketika kesendirian jauh lebih baik daripada berdua, bertiga bahkan beramai-ramai, ada masa ketika kesendirian juga tidak lebih baik, ada masa dimana angin malam begitu membuatmu merindukan sesuatu, dan ada masa dimana angin malam begitu membuat mu takut. Di dalam dunia semua berubah, di dalam dunia waktu bersifat sementara keabadian ada pada pemaknaannya. keabadiannya sejauh ralasi bersama dunia di bangun dengan penuh rasa cinta dan keharmonisan. semoga cinta selalu menjaga kita semua.

Tekad dan Mimpi

Beberapa waktu lalu gue punya mimpi baru karena gue anggap sebentar lagi masa kuliah gue berakhir. Entah kenapa setelah kepo-kepo asik, gue jadi bertekat dan punya mimpi untuk melanjutkan belajar keluar negeri kesalah satu universitas yang ada di Inggris. Meskipun tempat kuliah yang gue tuju bukan universitas terbaik di kota tesebut atau mungkin banyak orang ga tau universitas tersebut tapi kuliah di luar negeri bukan sesuatu yang mudah, kan? Biaya tentunya jadi kendala karena gue memutuskan boleh pergi asal dapat beasiswa, dapat beasiswa juga bukan hal yang gampang, mana ada yang mau ngasih uang cuma-cuma buat orang biasa aja. Gue rasa karna itu gue perlu banyak belajar, banyak membaca, banyak menulis essay-essay pemikiran kritis, ya apa daya tekad itu sampe sekarang belum terlaksana tuh karena sampe sekarang gue belum baca buku apapun. Ya tugas seminar yang harusnya di kumpul rabu depan aja belum gue sentuh tuh.. wahaha gimana ya kelanjutan mimpi anak ini? apa kira-kira kecapai? Yu...

Buta

berkali-kali harus menutup mata, membuang pandangan sinis akibat tutur kata sendiri, kebodohan dan harapan-harapan tipis bau amis berujung pada kembali. tau maksudnya? mata ini memang tertutup tapi tidak dengan telinga, dia mendengar dan membawa kata demi kata masuk ke pikiran sampai pada akhirnya masuk ke jiwa. lalu kamu mau aku menutup telinga? sudah.. sudah... sekarang yang tersisa cuma kata "bodoh kamu!" terus terus terus saja tidak berhenti mengutuk diri, sampai maunya diam dan melanjutkan berpikir "ngapain berpikir lagi toh sudah terjadi....." memang memang betapa bodoh perempuan ini.. pembual.

Empat

dosa besar seorang pria adalah menghianati dan dosa besar seorang perempuan adalah pergi tanpa pamit.