Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Bu

Malam ini terasa remuk badan aku, bu.. Aku menangis lagi, mengingat semua nya. Lelah ini suatu kepastian, siapapun pasti merasakan hal yang sama. Tapi saat lelah, hanya alasan yang membuat lelah itu yang tersurat bukan dirimu. Padahal, dalam lelah mu kamu tidak mengeluh. Padahal, dalam lelah mu kamu selalu ada sekalipun saat aku rapuh. Maafkan aku bu, ternyata aku tidak sekuat itu karena aku pun menangis karena masalah sepele. Hati ku makin tercekik bila mengingat kasih sayang mu yang tidak sampai ku sapa. Satu-satu nya orang yang bertanya saat malam hari aku mencoba menghibur diri dengan segelas susu, pertanyaan yang hampir sama setiap malam nya. Hanya anggukan kepala biasa, itu cara ku menjawab perhatian mu. Hanya kamu yang setiap malam terbangun dan mengintip ku tidur dari sela pintu kamar yang sengaja ku buka sedikit kemudian berdoa dalam sujud malam nya agar anak mu menjadi orang yang tidak mudah menyerah. Terimakasih untuk ketangguhan doa mu dan di balas dengan kenaifan anak mu y...

Selingan saat ngerjain tugas metafisika

Pada malam terurai Riak kelam bualan Pada hari-hari sepi Jadi pengusik diri Pada siapa pandang menapi, Pada bulan siang hari Memang ada? Ya boleh saja Selama bualan itu berselimut hari Bahkan mimpi Masih ada memang yang akan dicari? Tak pasti.. Tapi, sudah pasti jika ketakutan itu masih berlabur dalam bingkisan, ya bingkisan mimpi