Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

Jarak

Jarak? Banyak orang bilang jarak itu bisa buat orang yang tadinya deket jadi merasa jauh, dan jarak bisa jadi salah satu alasan kenapa orang kepisah. Sekarang gue tanya, yang mana yang lebih pedih. Kita itu dekat, kita masih ada di tempat yang sama, tapi hati kita jauh bahkan buat keadaan satu sama lain pun kita engga tau, kita menutup telinga buat hal simpel itu. Yang jauh merasa dekat karna mereka itu punya keyakinan bahwa jarak mungkin bukan penghalang, walaupun mereka cuma punya kepercayaan buat mempertahanin apa yang sebelumnya mereka perjuangin. Tapi yang udah jelas dekat malah biasa aja, mungkin karna ngerasa hari ini kita masih ketemu, ada di tempat yang sama dan cukup liat dia baik-baik aja, itu udah cukup, padahal engga. Lucu ya kalau orang yang jelas-jelas kepisah sama jarak aja, mau mempertahanin hubungannya, yang deket malah yaudah gitu aja. Yang lebih jauh itu sebenernya jarak atau hati kita masing-masing? Yang mana yang lebih sakit? yang deket jadi jauh karna jarak atau...

Love?

Love? We think about it, sing about it, dream about it, lose sleep worrying about it. When we don't have it, we search for it; when we discover it, we don't know what to do with it; when we have it, we fear losing it. It is the constant source of pleasure and pain. Be we can't predict which it will be from one moment to the next. It is a short word, easy to spell, difficult to define, impossible to live without.