Tentang Manusia dan Perubahan
Lo ngerasa ga si semakin umur lo bertambah, lo justru malah semakin resah menghadapi kehidupan? apa gue doang yang begitu ya
Contohnya, ketika gue masih kecil gue ikut nyokap gue belanja ke minimarket. gue melihat banyak makanan di sana. gue bergumam dalam hati "nanti kalau aku sudah besar dan bisa cari uang sendiri, aku akan beli ciki-ciki ini sebanyak yang aku mau, es krim jg sama, dan makanan lainnya yg ku suka juga akan ku beli"
ketika sudah bisa cari uang sendiri, ya keinginan sederhana itu bisa tercapai sih. justru yang berubah adalah gumaman dalam hatinya. udah beli makanan banyak kadang ga kemakan dengan dalil "ga sempet makan karna urus kerja ini itu" ditambah alasan lainnya kayak "ga usah makan dulu deh lagi ga mood" atau "ga napsu makan lagi ga kepingin" yang keseringan ya karna ada masalah. Masalahnya jadi kompleks yang menurut gue menuntut terpenuhinya hasrat yang bukan material aja dan hampir ga ada kaitannya sama uang untuk beli sesuatu.
Contoh yang sering gue alamin adalah ...
saat ini gue dan pacar gue sering berantem, ya ini sebenarnya wajar dalam hubungan, berantem beda pendapat pendapat gitu pasti terjadi. tentang gue yang selalu keingat kesalahan atau sifat dia di masa lalu dan dia yang mulai lelah menghadapi gue yang terus-terus mempertanyakan.
Kemudian pertanyaan yang munncul adalah "bisa ga kita sampai ke tujuan kita? kalau gue sendiri selalu secara tidak sadar mengingat kesalahan yang pernah dia perbuat?"
alasannya bisa dibilang sederhana, gue kuatir ini akan terbawa dikehidupan pernikahan kami kan.. takut dia melakukan sesuatu yang mungkin wajar tapi karena masa lalu dia gue langsung nethink gitu kayak sekarang. ya kalau sekarang kita masih berdua aja, hubungan kita kalau amit-amit kandas ya yang dirugikan hanya berdua, kalau sudah menikah apalagi punya anak kan anak yang ga tau apa-apa bisa kena imbas. Jadi saat ini, inilah alasan yang membuat gue sering ga napsu makan, yaitu karena gue sendiri takut dengan masa depan, takut menghadapi kenyataan bahwa ya kita harus fight dengan masalah financial yang bukan lagi soal makan, percintaan, keluarga dan pastinya kerjaan. lebih tepatnya secara psikis gue justru takut melanjutkan kehidupan.
terus solusinya gimana? ya ga usah hidup. ya jangan dong.. Tuhan sampe detik ini kasih gue kesempatan ya harus gue manfaatkan. solusinya adalah hadapi aja gitu, enjoy.
nah lo tau itu Ras harus enjoy? terus ngapain resah gelisah curiga seperti semut merah dibelakang sekolah *lagu dong anjip* *bercandanya old skul sekali ya btw*
ya gue merasa itu bagian dari gue sih, gue sendiri merasa kesulitan menangani keresahan dan ke-nethink-an gue yang tiada akhir ini. yang gue lakukan pun kadang random, kadang gue main game buat menghibur diri, bikin tiktok meski yang view paling 5 orang, nontonin fyp di tiktok, ngeyoutube, dengerin lagu, nonton film, ngedrakor dan untuk beberapa saat kegiatan yang gue lakukan membantu sih, tapi tidak menghilangkan keresahan gue.
Mangkanya kadang gue ajak pacar gue ngobrolin keresahan gue sih, tapi ujung-ujungnya berantem karna judge mentalnya gue.
Sampai akhirnya gue mempertanyakan hubungan gue, apa pasangan itu lebih banyak kesamaan atau menerima sih? ya semoga dihubungan ini bisa terjawab dengan baik dan benar, tidak perlu sempurna, karena sempurna bisa jadi hanya ketidaksempurnaan yang dinilai subjektif.
I need to share with all of you, it will be great if you are adalah orang yang punya positif mindset, bukan buat ngeruqyah gue tapi sapa tau gue bisa ketemu teman debat dan diskusi :D
See you di postingan berikutnya ya
-Bekasi, 25 Juli 2021, pukul 18.36
Komentar
Posting Komentar