Bu

Malam ini terasa remuk badan aku, bu.. Aku menangis lagi, mengingat semua nya. Lelah ini suatu kepastian, siapapun pasti merasakan hal yang sama. Tapi saat lelah, hanya alasan yang membuat lelah itu yang tersurat bukan dirimu. Padahal, dalam lelah mu kamu tidak mengeluh. Padahal, dalam lelah mu kamu selalu ada sekalipun saat aku rapuh. Maafkan aku bu, ternyata aku tidak sekuat itu karena aku pun menangis karena masalah sepele. Hati ku makin tercekik bila mengingat kasih sayang mu yang tidak sampai ku sapa. Satu-satu nya orang yang bertanya saat malam hari aku mencoba menghibur diri dengan segelas susu, pertanyaan yang hampir sama setiap malam nya. Hanya anggukan kepala biasa, itu cara ku menjawab perhatian mu. Hanya kamu yang setiap malam terbangun dan mengintip ku tidur dari sela pintu kamar yang sengaja ku buka sedikit kemudian berdoa dalam sujud malam nya agar anak mu menjadi orang yang tidak mudah menyerah. Terimakasih untuk ketangguhan doa mu dan di balas dengan kenaifan anak mu yang terlampau bodoh dan tidak tau diri. Ibu aku ingin menyandarkan kepala ku dipeluk mu, tapi aku mohon ibu jangan rasakan tangisan ku. Aku tau aku tak pernah sekuat itu, tapi malam ini sungguh hatiku pilu. Memahi betapa bodoh nya aku, selalu mengecewakan mu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keprihatinan atas apa yang banyak terjadi

Buta